TANGERANG, LensaPublik.co.id — Suara deru mesin jahit dan ketukan alat las beradu di sebuah aula serbaguna Kantor Kecamatan Panongan. Aroma biji kopi sangrai turut menguar di sudut ruangan. Di tempat itu, puluhan pasang mata memandang penuh harap pada jajaran peralatan produksi yang tersusun rapi. Bagi mereka, deretan alat tersebut bukan sekadar besi atau mesin biasa, melainkan simbol babak baru dalam lembaran hidup mereka, kemandirian ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui program Wirausaha Baru (WUB) menyalurkan bantuan sarana produktif kepada puluhan kelompok wirausaha yang tersebar di berbagai kecamatan. Namun, ada yang berbeda dari penyaluran kali ini. Alih-alih memberikan bantuan tunai yang rentan habis untuk kebutuhan konsumtif, pemerintah memilih memberikan instrumen produksi berbasis klaster keahlian.
Langkah ini merupakan muara dari rangkaian panjang program inkubasi. Sebelum menerima bantuan alat, mulai dari mesin las listrik, perangkat barista, hingga mesin jahit alas kaki, para penerima manfaat telah digembleng selama berpekan-pekan dalam pelatihan keterampilan teknis.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang hadir langsung menyerahkan bantuan tersebut mengingatkan agar para penerima tidak menyia-nyiakan fasilitas yang ada.
”Bantuan alat ini harus dijadikan batu loncatan untuk membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Jangan sampai dipakai sebentar, lalu dibiarkan mangkrak. Negara hadir memberikan kailnya, bapak dan ibu sekalian yang harus bekerja keras menarik ikannya,” tegas Maesyal di hadapan para kelompok WUB.
Pendekatan berbasis kelompok (cluster-based approach) ini dinilai efektif. Dengan sistem kelompok, para wirausaha pemula dapat saling menopang, berbagi ruang produksi, hingga mengumpulkan kapasitas volume yang lebih besar jika sewaktu-waktu mendapatkan pesanan partai besar.
Wajah sumringah tampak jelas di raut muka para anggota kelompok usaha las listrik asal Kecamatan Curug. Sebelum tersentuh program ini, ia bersama tiga rekannya kerap menolak pesanan pagar atau tralis dari tetangga sekitar karena keterbatasan modal dan alat las yang sudah usang serta kerap konslet.
“Selama ini kami sering nolak orderan karena kalau pakai alat seadanya, pengerjaan jadi lama dan hasilnya kurang rapi. Dengan mesin las listrik digital berdaya stabil yang kami terima hari ini, kelompok kami optimis bisa mengejar target omzet bulanan dan mulai memasarkan produk ke luar kelurahan,” ungkapnya penuh antusias.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada seremoni penyerahan. Pihaknya akan terus melakukan pembinaan lanjutan.
“Melalui sinergi antara pemerintah, kelompok wirausaha, dan pendamping lapangan, program bantuan alat usaha ini diharapkan bukan sekadar menjadi berita seremonial belaka. Lebih dari itu, langkah ini dapat menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya. (Cuni)



Komentar