LensaPublik.co.id – Amarah warga korban penipuan dan penggelapan, akhirnya memuncak. Korban bernama H. Alamsyah yang juga Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Reformasi Masyarakat (Geram) menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran dan mengepung Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pemicu utamanya, mandeknya penanganan kasus dugaan penipuan yang hingga kini dinilai hanya berujung janji tanpa bukti.
Alamssyah menyebut, rencananya aksi unjuk rasa itu bakal digelar pada Senin, 02 Februari nanti. Dalam aksi tersebut LSM Geram akan bergabung dengan sejumlah aliansi lainnya termasuk dari unsur Mahasiswa.
“Kesabaran saya sudah mencapai titik nadir. Sudah sekitar setahun, puluhan kali saya datang menanyakan perkembangan, jawabannya selalu sama, hanya berputar-putar di masalah administrasi bank. Kalo begini, rasanya ‘Polri Presisi’ hanya slogan di Polres Tangsel,” kata Alamsyah, kepada wartawan, Rabu (04/02/2026).
Alam menegaskan, rencana aksi bukan sekadar wacana. Konsolidasi internal tengah digencarkan, dan ribuan masa disebut siap dikerahkan apabila Polres Tangsel tak segera memberikan kepastian hukum secara terbuka, profesional, dan bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa demonstrasi adalah hak konstitusional warga negara untuk menuntut akuntabilitas aparat penegak hukum.
Lanjut Alam, pihaknya sudah pernah menggiring terduga pelaku penipuan atas dirinya dan menyerahkan barang bukti ke penyidik Polres Tangsel, di hari ketika dia melapor. Namun Satreskrim dari unit Kriminal Khusus yang menangani perkara ini justru melepaskan terduga pelaku dengan alasan yang dinilai tak masuk akal.
“Kejadian penipuan ini terjadi pada Februari 2025 lalu. Akibat penipuan ini kerugian saya sekitar Rp216 juta,” ujarnya.
Laporan tindak pidana di Polres Tangsel tersebut, teregistrasi bernomor: TBL/B/553/III/2025/SPKT, tertanggal 13 Maret 2025.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tangsel, Akp Wira Graha Setiawan menuturkan, pihaknya masih melakukan serangkaian penyidikan yang dimulai sejak Oktober 2025 lalu, untuk menelusuri aliran dan siapa penikmat uang diduga hasil penipuan tersebut.
“Kita (penyidik) masih tracing uangnya kemana bro,” ujarnya, saat dihubungi melalui sambungan selulernya. Ditanya penanganan perkara lamban dan berpotensi memantik aksi demonstrasi, Wira belum berkomentar. (Cuni)



Komentar