LensaPublik.co.id – Warga Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kini dihantui kecemasan ganda. Tak hanya rumah yang terendam air, warga harus berhadapan dengan banjir pekat bercampur oli yang meluap dari Kawasan Industri Olex pada Jumat (23/1/2026).
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan genangan air berwarna mengilap dan mengeluarkan aroma khas minyak. Seorang warga dalam video tersebut mengungkapkan bahwa air banjir di lokasi telah tercemar oli yang diperkirakan berasal dari aktivitas industri di kawasan tersebut.
“Air yang menggenang di kawasan Olex, Cisereh, ini sekarang penuh sama oli. Ini berbahaya, sudah masuk ke rumah-rumah warga,” ucap pria tersebut.
Banjir di kawasan industri ini bukan sekadar masalah drainase, melainkan telah bergeser menjadi ancaman ekologis. Warga menuntut pemerintah daerah tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi berani mengambil tindakan tegas jika terbukti ada unsur kesengajaan atau kelalaian pembuangan limbah.
“Oli ini merusak barang-barang kami dan berbahaya untuk kesehatan. Harus ada sanksi buat perusahaan yang nakal,” ujar Azi (32), salah satu warga terdampak.
Kawasan industri Olex menjadi salah satu titik terdampak parah, dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 70 sentimeter. Beberapa pekerja juga tercatat terjebak dan kesulitan melakukan aktivitas harian akibat genangan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengkonfirmasi kondisi darurat tersebut. Menurutnya, pihaknya telah mengirimkan perahu karet untuk evakuasi serta bantuan logistik bagi kelompok rentan.
“Kami sudah kirim perahu karet untuk membantu evakuasi khususnya balita dan manula, serta bantuan logistik untuk warga terdampak,” jelas Taufik.
Namun terkait dugaan pencemaran oli, Taufik menyatakan bahwa hal tersebut berada di lingkup wewenang Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang.
Sementara, Kepala DLHK Ujat Sudrajat menginformasikan bahwa pihaknya akan segera menurunkan tim Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.
“Nanti akan segera kita cek. Tim PPLH akan turun ke lokasi. Saya sudah perintahkan pengawas untuk melakukan pengecekan setelah banjir surut.,” ujar Ujat. (Cuni)



Komentar